Banyak Pengusaha Tersangkut Masalah Pajak, Ini yang Dilakukan FEB Universitas Brawijaya dan Success Victory

- Jumat, 23 September 2022 | 16:36 WIB
Pembinaan pajak yang diadakan FEB Universitas Brawijaya dan PT Success Victoria di Kota Batu Jawa Timur (Istimewa)
Pembinaan pajak yang diadakan FEB Universitas Brawijaya dan PT Success Victoria di Kota Batu Jawa Timur (Istimewa)

BANDUNG HITS- Salah satu masalah yang kerap mengganjal para pengusaha adalah perpajakan.

Untuk itu, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Brawijaya (UB) Malang bersama mitra PT. Success Victory (Hotel Victory) menyelenggarakan Pembinaan Tax Planning untuk pengusaha lokal, Rabu, 21 September 2022 .

Pembinaan Tax Planning untuk pengusaha lokal diselenggarakan di Hotel Victory (Ruang Panderman), Jl. Raya Junggo No. 107, Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur dan dihadiri oleh pengusaha lokal wilayah Jawa Timur.

Baca Juga: Waspada! Aksi Pinjol Ilegal Selalu Mengintai, Ini 3 Trik Terhindar dari Penipuan Berkedok SMS atau Klik Link

Ketua panitia Dr. Zaki Baridwan, SE., MSi., Ak., CA., CPA., CLA., CTA selaku dosen FEB Universitas Brawijaya Malang, dan Dr. Dwi Ekasari Harmadji, SE., Ak., M.M., CA., CPA. yang merupakan praktisi pengusaha hotel (Mewakili Mitra dari PT. Success Victory) menjelaskan, acara ini dilakukan dalam rangka memecahkan permasalahan perpajakan yang dialami oleh pengusaha lokal.

"Saat pelatihan  dijelaskan mengenai pemahaman perpajakan pusat dan daerah serta memberikan informasi bahwa Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Pemda bisa bersama-sama mengawasi wajib pajak tertentu yang menjadi prioritas," kata Dwi Ekasari, alumni 91 SMAN 1 Tegal.

Dia juga menjelaskan wajib pajak yang paling banyak masuk Daftar Sasaran Pengawasan Bersama (DSPB) adalah wajib pajak sektor penyediaan akomodasi, makanan dan minuman dengan porsi sebesar 54 persen.

Baca Juga: Perusahaan Punya Laba Besar Bila Tangani Kesehatan Mental Karyawannya, Ini Jumlah Keuntungannya Menurut WHO

"Sedangkan Pedagang besar dan eceran 14 persen, real estate dan konstruksi 4 persen serta kebudayaan, hiburan, dan rekreasi 3 persen dan sektor lainnya 25 persen," ujarnya.

Halaman:

Editor: Sarnapi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X